Tuesday, 16 April 2019

Konsep Ruang Lingkup dan Sasaran Pendidikan IPA



MAKALAH DASAR-DASAR PENDIDIKAN IPA
Konsep Ruang Lingkup dan Sasaran Pendidikan IPA






BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu sarana penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menjamin keberlansungan pembangunan suatu bangsa. Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah yang paling penting di era persaingan global ini. Oleh karena itu peningkatan kualitas sumber daya manusia ini harus dilakukan sejak dini. Berhasil tidaknya pendidikan tergantung pada karakter pendidikan yang ada di lapangan, khususnya dalam hal proses pembelajaran, dengan demikian dapat dikatan bahwa keberhasilan suatu tujuan pendidikan itu tergantung dari bagaimana seorang guru atau pendidik menjalankan proses pembelajaran yang optimal. Dalam dunia pendidikan guru harus memiliki posisi sentral yaitu berperan sebagai desainer pembelajaran yang merangsang proses pembelajarannya. Jika seorang guru dapat memainkan perannya sebagai desainer pembelajaran dengan baik, diharapkan peserta didik tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam proses pembelajaran sehingga tujuan proses pembelajaran dapat tercapai.
IPA merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pembelajaran yang ada di Indonesia. IPA juga merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. IPA mencakup tiga hal yaitu IPA sebagai proses, produk, dan sikap. IPA sebagai proses diartikan bahwa semua kegiatan ilmiah dilakukan untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam maupun untuk menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk IPA diartikan sebagai hasil proses, berupa pengetahuan yang diajarkan baik disekolah, luar sekolah maupun bahan bacaan yang lain (Trianto, 2010).Sebagai sikap, IPA diartikan sebagai sarana untuk mengembangkan tumbuhnya sikap ilmiah dari pada diri siswa ketika mempelajari IPA,Sikap ilmiah meliputi jujur, terbuka, toleransi, bertanggung jawab, skeptis, optimis dan kreatif. Sikap ilmiah itu harus dimiliki oleh seorang ilmuan ketika melakukan penelitian dan mengkomunikasikan hasil penelitiannya. Sikap ilmiah juga dapat dikembangkan dengan melalui kegiatan-kegiatan siswa pada saat melakukan diskusi, percobaan, simulasi, ataupun kegiatan proyek dilapangan (Sumatowa, 2011).
Ilmu Pengetahuan Alam diajarkan melalui pembelajaran yang aktif dan menekankan pada keterampilan proses. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan agar tercipta kondisi yang memungkinkan pada terjadinya belajar pada diri siswa. Suatu kegiatan pembelajaran menurut Dimayati dan Mujiono dalam (Rahayu, 2014) siswa dapat dikatan belajar apabila proses pembelajaran berlaku terjadi pada dirinya sebagai hasil suatu pengalaman. Oleh karena itu tujuan pokok pembelajaran disekolah secara operasional disekolah adalah membelajarkan siswa agar dapat mampu memproses dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi dirinya sendiri. Oleh karen itu guru harus memahami konsep pendidikan yang meliputi konsep, ruang lingkup dan sasaran dalam pendidikan IPA itu sendiri.
Berdasarkan pemaparan diatas maka penulis akan memaparkan tentang konsep ruang lingkup dan sasaran dalam pendidikan IPA.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apakah konsep pendidikan?
2.      Bagaimana ruang lingkup pendidikan?
3.      Apakah sasaran pendidikan?
C.     Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah berdasarkan rumusan makalah diatas adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud konsep pendidikan
2.      Untuk mengetahui bagaimana ruang lingkup pendidikan
3.      Untuk mengetahui sasaran pendidikan
















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsep Pendidikan IPA
IPA merupakan kumpulan pengetahuan dan fakta serta konsep atau prinsip tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses ilmiah yang diperoleh dari melalui proses dan sikap ilmiah. IPA sendiri terdiri dari 3 komponen yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah dan produk ilmiah (Sumarto, 2006; Sulistyani, 2008).
Pedoman dalam permendikbud No 22 th 2016 konsep tersebut telah tertuang didalamnya yang mengatakan bahwa setap siswa di tuntut untuk memiliki sikap ilmiah dan kreatifitas. Konsep pendidikan IPA itu sendiri seorang guru harus mampu mengajarkan siswa dari berbagai fenomena yang ada sehingga memunculkan sikap ilmiah siswa secara komprehensif.
Sikap ilmiah meliputi memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dapat mengambil keputusan, mengembangkan hasrat untuk mencari jawaban mendekati maslalah dengan pikiran yang terbuka, berlatih memecahkan masalah, objektif, jujur, teliti, mampu bekerja sama dan senang meneliti (Saputra, 2012; Rositawati dkk, 2012).
Dalam pendidikan IPA sering dikenal dengan Bekerja ilmiah atau yang dikenal dengan ketrampilan proses IPA merupakan keterampilan berpikir, bernalar, dan bertindak secara logis untuk meneliti dan membangun konsep dasar IPA yang berguna untuk memecahkan masalah IPA (Sarwi dan khanafiyah, 2010; Reffiane dkk, 2012). Konsep dasar IPA membentuk karakter seorang siswa untuk mampu memecahkan permasalahan yang ada di sekitarnya sehingga guru harus kreatif dalam melakukan pembelajaran sehingga menumbuhkan keterampilan berfikir secara objektif.
Selain itu adanya sikap tersebut juga mampu mendorong peserta didik memiliki kepekaan sosial. Keterampilan juga penting untuk dibelajarkan dalam pembelajaran IPA adalah bekerja ilmiah (working scientifically).
Fakta-fakta sains memberikan landasan bagi konsep, prinsip dan teori Fakta merupakan suatu kebenaran dan keadaan suatu objek atau benda, serta mempresentasikan pada apa yang dapat diamati. (Zuhdan K. Prasetyo 2013, Konsep Dasar Pendidikan IPA).
3
Penguasaan konsep IPA dapat diartikan sebagai kemampuan kognitif siswa dalam memahami dan menguasai konsep-konsep sains melalui suatu fenomena, kejadian, obyek, atau kegiatan yang terkait dengan materi IPA. Siswa dapat menguasai konsep IPA apabila siswa mengerti makna-makna dari proses kejadian, peristiwa, fenomena, dan obyek melalui proses pengamatan dan penjelasan guru . Penguasaan konsep merupakan kemampuan penting yang harus dikembangkan pada siswa. Apabila siswa mampu menguasai konsep-konsep mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, maka secara umum dapat dikatakan siswa tersebut telah mengerti atau memahami konsep-konsep. (Tursinawati, 2016).
Menurut Mariana dan Praginda (2009) hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan makna alam dan berbagai fenomena/perilaku/karakteristik yang dikemas menjadi sekumpulan teori dan konsep melalui serangkaian proses ilmiah yang dilakukan manusia. Teori maupun konsep yang terorganisir ini menjadi sebuah inspirasi terciptanya teknologi yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.
Penguasaan konsep hakikat sains diartikan sebagai kemampuan menguasai terhadapproduk, proses dan sikap ilmiah yang dikembangkan dalam IPA. Khususnya penguasaan oleh siswa terhadap pembelajaran IPA sebagai sebuah kegiatan pembelajaran di kelas. Penguasaan konsep hakikat sains oleh siswa diarahkan kepada kemampuan intelektual siswa terhadap konsep hakikat sains yang mengandung unsur sains sebagai produk, sains sebagai proses, dan sains sebagai sikap. Sulistyorini (2007).

B.     Ruang Lingkup
IPA secara sederhana didefinisikan sebagai ilmu tentang fenomena alam semesta. Dalam kurikulum pendidikan dasar terdahulu dijelaskan bahwa IPA adalah hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan.
Hardi & Fleer (1996) mengemukakan bahwa ruang lingkup IPA terbagi menjadi 7 bagian yaitu:
a.    IPA sebagai Kumpulan pengetahuan
IPA sebagai kumpulan pengetahuan mengacu pada kumpulan berbagai konsep IPA yang sangat luas. IPA dipertimbangkan sebagai akumulasi berbagai pengetahuan yang telah di temukan pada zaman dahulu sampai penemuan pengetahuan yang baru.
b.    IPA sebagai suatu proses Penelusuran
IPA sebagai suatu penelusuran umumnya merupakan suatu pandangan yang menghubungkan gambaran IPA yang berhubungan erat dengan laboratorium beserta perangkatnya. Dalam kategori ini IPA dipandang sebagai suatu yang memiliki disipilin yang ketat, objektif dan suatu proses yang bebas nilai.
c.    IPA sebagai Kumpulan Nilai
IPA sebagai kumpuln nilai berhubungan dengan penekanan IPA sebagai Proses. Bagaimanapun juga pandangan ini menekankan pada aspek-aspek nilai ilmiah yang melekat pada IPA. Ini termasuk didalamnya nilai kejujuran, rasa ingin tahu dan keterbukaan.
d.  
4
IPA sebagai cara untuk mengenal Dunia
Proses IPA dipengaruhi oleh cara dimana orang memahami kehidupan dan dunia sekitarnya. IPA dipertimbangkan sebagai suatu cara dimana manusia mengerti dan memberi makna dunia di sekeliling mereka, selain itu juga merupakan salah satu cara untuk mengetahui dunia dan seisinya dengan segala keterbatasannya.
e.    IPA sebagai Konstruksi Manusia
IPA ini merupakan penemuan suatu kebenaran ilmiah mengenai hakikat semesta alam. Pengetahuan ilmiah ini tidak lain merupakan akumulasi kebenaran. Hal pokok dalam pandangan ini adalah IPA merupakan kontruksi pemikiran manusia.
f.     IPA sebagai institusi sosial
Ini berarti bahwa IPA seharusnya dipandang dalam penegertian sebagai kumpulan para profesional, yang melalui IPA mereka didanai, dilatih dan diberi penghargaan akan hasil karya. Para ilmuwan ini sangat terikat dengan kepentingan institusi, pemerintah, politik, bahkan militer.
g.    IPA sebagai bagian Kehidupan sehari-hari
Orang menyadari bahwa apa yang orang pakai dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sangat dipengaruhi oleh IPA. Bukan saja pemakaian berbagai jenis produk teknologi sebagai hasil investigasi dan pengetahuan melainkan pula cara bagaimana orang berpikir mengenai situasi sehari-hari sangat dipengaruhi oleh pendekatan ilmiah.
Ruang lingkup

C.    Sasaran Pendidikan
Secara umum penyusunan pedoman mata pelajaran IPA bertujuan untuk membantu guru dan stakeholder lainnya dalam memahami konsep kurikulum 2013 mata pelajaran IPA di SD,SMP, dan SMA sehingga luluh mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam rangka mencapai standar kompetensi kelulusan (SKL) dari kompetensi inti (KI). Secara khusus penyusunan pedoman mata pelajaran IPA bertujuan untuk :
1.      Menjadi acuan bagi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi dan metode serta model pembelajaran IPA.
2.      Menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
3.      Menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan teknik dan instrumen penilaian otentik pada pembelajaran IPA.
4.      Menjadi acuan bagi guru dalam memilih media dan sumber belajar.
5.      Menjadi acuan bagi guru untuk mengembangkan kultur sekolah.
(Sari, mutiara, 2014. Pedoman mata pelajaran IPA SMP)
Untuk mencapai tujuan dari permendikbud No.22 tahun 2016 menyatakan bahwa standar kompetensi lulusan sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Mata pelajaran IPA bertujuan agar peserta didik memiliki kompetensi:
1.      Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan materi, kehidupan ekosistem, dan peranan manusia dalam likngkungan sehingga bertambah keimanan serta menwujudkan dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif,inovatif dan peduli lingkungan). Dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan dan diskusi.
3.      Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktifitas sehari hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan isu percobaan guna menumbuhkan sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, keritis dan dapat bekrjasama dengan orang lain
4.      Mengembangkan pengalaman untuk menggunakan, megajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah dan menafsifkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis.
5.      Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berfikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip IPA untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaikan masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif
6.      Menguasai konsep dan prinsip IPA serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi.








BAB III
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :                        
1. Penguasaan konsep IPA dapat diartikan sebagai kemampuan kognitif siswa dalam memahami dan menguasai konsep-konsep sains melalui suatu fenomena, kejadian, obyek, atau kegiatan yang terkait dengan materi IPA
2. Ruang lingkup IPA dapatIpa sebagai kumpulan pengetahuan, sebagai proses penelusuran, Ipa sebagai kumpulan nilai, ipa sebagai cara mengenal dunia, ipa sebagai konstruksi manusia, ipa sebagai indtitusi sosial dan ipa sebagai bagian kehidupan sehari-hari. IPA mencakup segala aspek yang bersangkutan dengan kehidupan.
3. Sasaran pendidikan IPA inibertujuan untuk menimbulkan sikap Ilmiah, mengembangkan pengalaman, mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir induktif dan deduktif  serta menguasai konsep dan prinsip IPA pada siswa













DAFTAR PUSTAKA

Hardi & Fleer .1996. Hakikat Pembelajaran IPA. Bandung : Sinar baru algensindo.
Rahayu, Nina. 2014. Implementasi Keterampilan Proses Pada Pembelajaran IPA di Kelas IV C SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Samatowa, Usman. 2011. Pembelajaran IPA di Sekolah dasar. Jakarta: PT Indeks.
Saputra, H. J. 2012. Pembelajaran IPA Terpadu Keterampilan Kerja Ilmiah Untuk Mengembangkan Nilai Karakter. Semarang: IKIP PGRI Semarang.
Reffiane, F., Januar, H. & Wakhyudin, H. 2012. Efektifitas Pembelajaran IPA SD Materi Perpindahan Energi Melalui Keterampilan Kerja Ilmiah. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pembelajaran FPMIPA IKIP PGRI Semarang.
Rositawati, D. N. & Sarkim, T. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Mengembangkan Sikap Ilmiah Mahasiswa Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPA (Fisika) II. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains VII UKSW Salatiga.
Sumarto. 2006. Konsep Dasar Berpikir: Pengantar ke Arah Berpikir Ilmiah. Seminar Akademik HUT Ke 40 FE UPN V Jawa Timur UPN Veteran.

Sulistyani. 2008. Metode, Sikap, Proses dan Implikasi Ilmiah. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Surabaya: Bumi Aksara.

Sarwi & Khanafiyah S. 2010. Pengembangan Keterampilan Kerja Ilmiah Mahasiswa Calon Guru Fisika Melalui Eksperimen Gelombang Open Inquiry. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia.

Tursinawati. 2016. Penguasaan Konsep Hakikat Sains dalam Penguasaan Konsep Hakikat Sains dalam pelaksanaanPercobaan pada pembelajaran IPA di SDN kota BandaAceh. Jurnal Pesona Dasar. Vol.2 No2

Zuhdan K. Prasetyo. 2013. Konsep Dasar Pendidikan IPA. Bahan Ajar Pemantapan Penguasaan Materi Pendidikan Profesi Guru IlmuPengetahuan Alam (IPA). Universitas Negeri Yogyakarta.
 

No comments:

Post a Comment