MAKALAH DASAR-DASAR PENDIDIKAN IPA
Konsep Ruang Lingkup dan Sasaran
Pendidikan IPA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan merupakan suatu sarana penting dalam upaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menjamin keberlansungan
pembangunan suatu bangsa. Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah
masalah yang paling penting di era persaingan global ini. Oleh karena itu
peningkatan kualitas sumber daya manusia ini harus dilakukan sejak dini.
Berhasil tidaknya pendidikan tergantung pada karakter pendidikan yang ada di
lapangan, khususnya dalam hal proses pembelajaran, dengan demikian dapat
dikatan bahwa keberhasilan suatu tujuan pendidikan itu tergantung dari
bagaimana seorang guru atau pendidik menjalankan proses pembelajaran yang
optimal. Dalam dunia pendidikan guru harus memiliki posisi sentral yaitu
berperan sebagai desainer pembelajaran yang merangsang proses pembelajarannya.
Jika seorang guru dapat memainkan perannya sebagai desainer pembelajaran dengan
baik, diharapkan peserta didik tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam
proses pembelajaran sehingga tujuan proses pembelajaran dapat tercapai.
IPA merupakan salah satu mata
pelajaran pokok dalam kurikulum pembelajaran yang ada di Indonesia. IPA juga
merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas
terkait dengan kehidupan manusia. IPA mencakup tiga hal yaitu IPA sebagai
proses, produk, dan sikap. IPA sebagai proses diartikan bahwa semua kegiatan
ilmiah dilakukan untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam maupun untuk
menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk IPA diartikan sebagai hasil proses,
berupa pengetahuan yang diajarkan baik disekolah, luar sekolah maupun bahan
bacaan yang lain (Trianto, 2010).Sebagai sikap, IPA diartikan sebagai sarana
untuk mengembangkan tumbuhnya sikap ilmiah dari pada diri siswa ketika
mempelajari IPA,Sikap ilmiah meliputi jujur, terbuka, toleransi, bertanggung
jawab, skeptis, optimis dan kreatif. Sikap ilmiah itu harus dimiliki oleh
seorang ilmuan ketika melakukan penelitian dan mengkomunikasikan hasil
penelitiannya. Sikap ilmiah juga dapat dikembangkan dengan melalui
kegiatan-kegiatan siswa pada saat melakukan diskusi, percobaan, simulasi,
ataupun kegiatan proyek dilapangan (Sumatowa, 2011).
Ilmu Pengetahuan Alam diajarkan
melalui pembelajaran yang aktif dan menekankan pada keterampilan proses.
Kegiatan pembelajaran ini bertujuan agar tercipta kondisi yang memungkinkan
pada terjadinya belajar pada diri siswa. Suatu kegiatan pembelajaran menurut
Dimayati dan Mujiono dalam (Rahayu, 2014) siswa dapat dikatan belajar apabila
proses pembelajaran berlaku terjadi pada dirinya sebagai hasil suatu
pengalaman. Oleh karena itu tujuan pokok pembelajaran disekolah secara
operasional disekolah adalah membelajarkan siswa agar dapat mampu memproses dan
memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi dirinya sendiri. Oleh
karen itu guru harus memahami konsep pendidikan yang meliputi konsep, ruang
lingkup dan sasaran dalam pendidikan IPA itu sendiri.
Berdasarkan pemaparan diatas maka
penulis akan memaparkan tentang konsep ruang lingkup dan sasaran dalam
pendidikan IPA.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah
ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah konsep pendidikan?
2. Bagaimana ruang lingkup pendidikan?
3. Apakah sasaran pendidikan?
C.
Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah
berdasarkan rumusan makalah diatas adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud
konsep pendidikan
2. Untuk mengetahui bagaimana ruang
lingkup pendidikan
3. Untuk mengetahui sasaran pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Pendidikan IPA
IPA merupakan kumpulan pengetahuan
dan fakta serta konsep atau prinsip tentang gejala alam yang diperoleh melalui
proses ilmiah yang diperoleh dari melalui proses dan sikap ilmiah. IPA sendiri
terdiri dari 3 komponen yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah dan produk ilmiah
(Sumarto, 2006; Sulistyani, 2008).
Pedoman dalam permendikbud No 22 th
2016 konsep tersebut telah tertuang didalamnya yang mengatakan bahwa setap
siswa di tuntut untuk memiliki sikap ilmiah dan kreatifitas. Konsep pendidikan
IPA itu sendiri seorang guru harus mampu mengajarkan siswa dari berbagai
fenomena yang ada sehingga memunculkan sikap ilmiah siswa secara komprehensif.
Sikap ilmiah meliputi memiliki rasa
ingin tahu yang tinggi, dapat mengambil keputusan, mengembangkan hasrat untuk
mencari jawaban mendekati maslalah dengan pikiran yang terbuka, berlatih memecahkan
masalah, objektif, jujur, teliti, mampu bekerja sama dan senang meneliti
(Saputra, 2012; Rositawati dkk, 2012).
Dalam pendidikan IPA sering dikenal
dengan Bekerja ilmiah atau yang dikenal dengan ketrampilan proses IPA merupakan
keterampilan berpikir, bernalar, dan bertindak secara logis untuk meneliti dan
membangun konsep dasar IPA yang berguna untuk memecahkan masalah IPA (Sarwi dan
khanafiyah, 2010; Reffiane dkk, 2012). Konsep dasar IPA membentuk karakter
seorang siswa untuk mampu memecahkan permasalahan yang ada di sekitarnya
sehingga guru harus kreatif dalam melakukan pembelajaran sehingga menumbuhkan
keterampilan berfikir secara objektif.
Selain itu adanya sikap tersebut
juga mampu mendorong peserta didik memiliki kepekaan sosial. Keterampilan juga
penting untuk dibelajarkan dalam pembelajaran IPA adalah bekerja ilmiah (working
scientifically).
Fakta-fakta
sains memberikan landasan bagi konsep, prinsip dan teori Fakta merupakan suatu
kebenaran dan keadaan suatu objek atau benda, serta mempresentasikan pada apa
yang dapat diamati. (Zuhdan K. Prasetyo 2013, Konsep Dasar Pendidikan IPA).
3
|
Menurut Mariana dan Praginda (2009) hakikat Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA) merupakan makna alam dan berbagai fenomena/perilaku/karakteristik
yang dikemas menjadi sekumpulan teori dan konsep melalui serangkaian proses
ilmiah yang dilakukan manusia. Teori maupun konsep yang terorganisir ini
menjadi sebuah inspirasi terciptanya teknologi yang dapat dimanfaatkan bagi
kehidupan manusia.
Penguasaan konsep hakikat sains diartikan sebagai kemampuan
menguasai terhadapproduk, proses dan sikap ilmiah yang dikembangkan dalam IPA.
Khususnya penguasaan oleh siswa terhadap pembelajaran IPA sebagai sebuah
kegiatan pembelajaran di kelas. Penguasaan konsep hakikat sains oleh siswa
diarahkan kepada kemampuan intelektual siswa terhadap konsep hakikat sains yang
mengandung unsur sains sebagai produk, sains sebagai proses, dan sains sebagai
sikap. Sulistyorini (2007).
B.
Ruang
Lingkup
IPA secara sederhana didefinisikan
sebagai ilmu tentang fenomena alam semesta. Dalam kurikulum pendidikan dasar
terdahulu dijelaskan bahwa IPA adalah hasil kegiatan manusia berupa
pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang
diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain
penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan.
Hardi & Fleer (1996)
mengemukakan bahwa ruang lingkup IPA terbagi menjadi 7 bagian yaitu:
a. IPA sebagai Kumpulan pengetahuan
IPA
sebagai kumpulan pengetahuan mengacu pada kumpulan berbagai konsep IPA yang
sangat luas. IPA dipertimbangkan sebagai akumulasi berbagai pengetahuan yang
telah di temukan pada zaman dahulu sampai penemuan pengetahuan yang baru.
b. IPA sebagai suatu proses Penelusuran
IPA
sebagai suatu penelusuran umumnya merupakan suatu pandangan yang menghubungkan
gambaran IPA yang berhubungan erat dengan laboratorium beserta perangkatnya. Dalam
kategori ini IPA dipandang sebagai suatu yang memiliki disipilin yang ketat,
objektif dan suatu proses yang bebas nilai.
c. IPA sebagai Kumpulan Nilai
IPA
sebagai kumpuln nilai berhubungan dengan penekanan IPA sebagai Proses.
Bagaimanapun juga pandangan ini menekankan pada aspek-aspek nilai ilmiah yang
melekat pada IPA. Ini termasuk didalamnya nilai kejujuran, rasa ingin tahu dan
keterbukaan.
d.
4
|
Proses
IPA dipengaruhi oleh cara dimana orang memahami kehidupan dan dunia sekitarnya.
IPA dipertimbangkan sebagai suatu cara dimana manusia mengerti dan memberi
makna dunia di sekeliling mereka, selain itu juga merupakan salah satu cara
untuk mengetahui dunia dan seisinya dengan segala keterbatasannya.
e. IPA sebagai Konstruksi Manusia
IPA
ini merupakan penemuan suatu kebenaran ilmiah mengenai hakikat semesta alam.
Pengetahuan ilmiah ini tidak lain merupakan akumulasi kebenaran. Hal pokok
dalam pandangan ini adalah IPA merupakan kontruksi pemikiran manusia.
f. IPA sebagai
institusi sosial
Ini berarti
bahwa IPA seharusnya dipandang dalam penegertian sebagai kumpulan para profesional, yang melalui IPA
mereka didanai, dilatih dan diberi penghargaan akan hasil karya. Para ilmuwan
ini sangat terikat dengan kepentingan institusi, pemerintah, politik, bahkan
militer.
g. IPA sebagai bagian Kehidupan
sehari-hari
Orang
menyadari bahwa apa yang orang pakai dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
hidup sangat dipengaruhi oleh IPA. Bukan saja pemakaian berbagai jenis produk
teknologi sebagai hasil investigasi dan pengetahuan melainkan pula cara
bagaimana orang berpikir mengenai situasi sehari-hari sangat dipengaruhi oleh
pendekatan ilmiah.
Ruang
lingkup
C.
Sasaran
Pendidikan
Secara umum penyusunan pedoman mata
pelajaran IPA bertujuan untuk membantu guru dan stakeholder lainnya
dalam memahami konsep kurikulum 2013 mata pelajaran IPA di SD,SMP, dan SMA
sehingga luluh mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam rangka mencapai
standar kompetensi kelulusan (SKL) dari kompetensi inti (KI). Secara khusus
penyusunan pedoman mata pelajaran IPA bertujuan untuk :
1. Menjadi acuan bagi guru dalam
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran
dengan menggunakan berbagai strategi dan metode serta model pembelajaran IPA.
2. Menjadi acuan bagi guru dalam
mengembangkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan
saintifik.
3. Menjadi acuan bagi guru dalam
mengembangkan teknik dan instrumen penilaian otentik pada pembelajaran IPA.
4. Menjadi acuan bagi guru dalam
memilih media dan sumber belajar.
5. Menjadi acuan bagi guru untuk
mengembangkan kultur sekolah.
(Sari,
mutiara, 2014. Pedoman mata pelajaran IPA SMP)
Untuk mencapai tujuan dari permendikbud No.22 tahun 2016
menyatakan bahwa standar kompetensi lulusan sasaran pembelajaran mencakup
pengembangan ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dielaborasi untuk
setiap satuan pendidikan. Mata pelajaran IPA bertujuan agar peserta didik
memiliki kompetensi:
1. Mengagumi keteraturan dan
kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan materi, kehidupan ekosistem,
dan peranan manusia dalam likngkungan sehingga bertambah keimanan serta
menwujudkan dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki
rasa ingin tahu; objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung
jawab, terbuka, kritis, kreatif,inovatif dan peduli lingkungan). Dalam
aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
pengamatan, percobaan dan diskusi.
3. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam aktifitas sehari hari sebagai wujud implementasi melaksanakan
percobaan dan melaporkan isu percobaan guna menumbuhkan sikap ilmiah yaitu
jujur, objektif, terbuka, ulet, keritis dan dapat bekrjasama dengan orang lain
4. Mengembangkan pengalaman untuk
menggunakan, megajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan
merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah dan menafsifkan data, serta
mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis.
5. Mengembangkan kemampuan bernalar
dalam berfikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan
prinsip IPA untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaikan masalah
baik secara kualitatif maupun kuantitatif
6. Menguasai konsep dan prinsip IPA
serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri
sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi.
BAB III
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa :
1. Penguasaan konsep IPA dapat
diartikan sebagai kemampuan kognitif siswa dalam memahami dan menguasai
konsep-konsep sains melalui suatu fenomena, kejadian, obyek, atau kegiatan yang
terkait dengan materi IPA
2. Ruang lingkup IPA dapatIpa
sebagai kumpulan pengetahuan, sebagai proses penelusuran, Ipa sebagai kumpulan
nilai, ipa sebagai cara mengenal dunia, ipa sebagai konstruksi manusia, ipa
sebagai indtitusi sosial dan ipa sebagai bagian kehidupan sehari-hari. IPA
mencakup segala aspek yang bersangkutan dengan kehidupan.
3. Sasaran pendidikan IPA
inibertujuan untuk menimbulkan sikap Ilmiah, mengembangkan pengalaman,
mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir induktif dan deduktif serta menguasai konsep dan prinsip IPA pada
siswa
DAFTAR PUSTAKA
Hardi & Fleer .1996. Hakikat Pembelajaran IPA. Bandung :
Sinar baru algensindo.
Rahayu,
Nina. 2014. Implementasi Keterampilan Proses Pada Pembelajaran IPA di Kelas IV
C SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman. Skripsi. Yogyakarta:
Universitas Negeri Yogyakarta.
Samatowa, Usman. 2011. Pembelajaran IPA di Sekolah dasar.
Jakarta: PT Indeks.
Saputra, H. J. 2012. Pembelajaran
IPA Terpadu Keterampilan Kerja Ilmiah Untuk Mengembangkan Nilai Karakter.
Semarang: IKIP PGRI Semarang.
Reffiane, F., Januar, H. &
Wakhyudin, H. 2012. Efektifitas Pembelajaran IPA SD Materi Perpindahan
Energi Melalui Keterampilan Kerja Ilmiah. Prosiding Seminar Nasional
Inovasi Pembelajaran FPMIPA IKIP PGRI Semarang.
Rositawati, D. N. & Sarkim, T.
2012. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Mengembangkan Sikap Ilmiah
Mahasiswa Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPA (Fisika) II. Prosiding Seminar
Nasional Sains dan Pendidikan Sains VII UKSW Salatiga.
Sumarto. 2006. Konsep Dasar
Berpikir: Pengantar ke Arah Berpikir Ilmiah. Seminar Akademik HUT Ke 40 FE
UPN V Jawa Timur UPN Veteran.
Sulistyani. 2008. Metode, Sikap,
Proses dan Implikasi Ilmiah. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Trianto.
2010. Model Pembelajaran Terpadu. Surabaya: Bumi Aksara.
Sarwi
& Khanafiyah S. 2010. Pengembangan Keterampilan Kerja Ilmiah Mahasiswa
Calon Guru Fisika Melalui Eksperimen Gelombang Open Inquiry. Jurnal
Pendidikan Fisika Indonesia.
Tursinawati.
2016. Penguasaan Konsep Hakikat Sains dalam Penguasaan Konsep Hakikat Sains
dalam pelaksanaanPercobaan pada pembelajaran IPA di SDN kota BandaAceh. Jurnal
Pesona Dasar. Vol.2 No2
Zuhdan
K. Prasetyo. 2013. Konsep Dasar Pendidikan IPA. Bahan Ajar Pemantapan
Penguasaan Materi Pendidikan Profesi Guru IlmuPengetahuan Alam (IPA).
Universitas Negeri Yogyakarta.
No comments:
Post a Comment